jabal rahmaGrafitti Di Jabal Rahmah…

Packers, beberapa hari sebelum acara inti (dalam berhaji acara inti itu disebut wukuf dan melontar karena merupakan salah satu rukun wajib haji, red) itu dimulai, saya berkunjung ke salah satu bukit batu di Padang Arafah yang disebut Jabal Rahmah. Letaknya kira-kira sekitar 25 km sebelah tenggara kota Mekkah. Pada puncak bukit Jabal Rahmah ini terdapat tugu yang dibangun untuk mengenang peristiwa penting bagi seluruh umat manusia di dunia yaitu pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah turun dari surga dan dipisahkan oleh Allah SWT selama 200 tahun. Nabi Adam AS dan Siti Hawa keluar dari surga setelah melanggar ketentuan Allah SWT untuk mencicipi buah terlarang yang ada di surga yaitu buah Khuldi. Ceritanya setelah iblis kelelahan membujuk Nabi Adam AS untuk mencoba buah Khuldi tadi, sang iblis pun merayu Siti Hawa untuk membujuk Nabi Adam AS mencoba buah khuldi….(benar..benar godaan seorang wanita mampu memikat hati setiap pria….) . Setelah di keluarkan dari surga, Nabi Adam AS diturunkan di India dan Siti Hawa di Irak. Keduanya saling mencari dan akhirnya bertemu di Padang Arafah persisnya di Jabal Rahmah atau biasa disebut bukit kasih sayang…adduuuhh…roommnatiisnnyyaa…setelah bertemu mereka menetap di Mekkah dan mengembangkan keturunannya di kota yang disebut sebagai tanah haram.

Di bukit ini, konon dipercaya sebagai bukit yang dapat memberikan jodoh bagi seorang anak manusia yang lagi mencari pasangan, katanya apabila kita menulis nama pada tugu tersebut maka nama yang ditulis tersebut akan segera mendapatkan jodohnya. Memang seh…tugu tersebut sampai-sampai  saya tidak bisa menemukan space kosong lagi untuk kita bisa menulis nama karena sudah penuh coretan akan nama-nama orang. Jadi buat teman-teman yang kemarin nitip untuk dituliskan namanya di bukit ini hehehhe..nama kalian saya sudah tulis semua namun saya cuma pakai jari, maklumlah saya lupa bawa spidolll…huahuhuaa…tapi jangan khawatir dulu, banyak kok orang cuma menulis dengan jarinya (meskipun pake spidol tetap nggak keliatan…) mungkin mengharap supaya debu yang menempel bisa membentuk nama kalian-kalian termasuk saya yang menulis nama saya sendiri…hahahhahahaa…!!! tapi orang Indonesia tak kalah kreatif lagi, tidak menemukan space kosong mereka menulis di batu-batu sekitar tugu Jabal Rahmah bahkan foto-foto ukuran foto KTP kelurahan banyak tersebar di mana-mana… dua jempol dah buat orang Indonesia…berbagai macam nama saya baca disini ada Sadatong, I Sappe, Asep, Rohim, Bambang, Sunaryo dan nama lain-lainya..(benar-benar Indonesia yang kaya akan ragamnya yah…!!!)

Tapi dari cerita Nabi Adam AS dan Siti Hawa tadi ada lagu yang menceritakan tentang cerita hubungan antara seorang lelaki dan seorang wanita. Misalnya Dewa dalam Dua Sedjoli “hawa tercipta di dunia temani untuk menemani sang adam begitu juga dirimu tercipta untuk temani aku” tapi ada juga yang berbeda, mengapa The ChangChutter menyebut wanita sebagai racun dunia…“Wanita racun dunia
Karna dia butakan semua”
tapi ada benarnya juga seh ya, bayangkan karena seorang wanita seorang preman dapat berderai air mata, karena seorang wanita seorang lelaki pendiam dapat bunuh diri, karena seorang wanita seorang lelaki kemayu dapat membunuh…(ini seh biasanya karenanya cowoknya udah insaf untuk kembali normal, maklum udah dapat cewek beneran…hihaihaiahiahia..) ini mungkin karena nggak cocok dengan Ada Band “karena wanita ingin dimengerti…” yihhhhaaaaa…Belum lagi Bob Marley dengan “No Woman No Cry”nya..ini sebenarnya Om Bob maksudnya apa neh..tangis kesedihan ato tangis bahagia, Om Bob..?…tapi kalo saya seh secara pribadi yah mungkin milih Rio Febrian deh…tau kan Rio dengan “wanita, kau terciptaan terindah kau membuat segalanya menjadi sempurna..”… jadi packers menganut yang mana …? dan selalu saya tekankan pada tulisan-tulisan saya sebelumnya itu tergantung persepsi kita masing-masing hehehehe…tapi ngemeng-ngemeng kok saya bahas masalah lagu yah..? nggak nyambung banget neh…langsung teringat sesaat menjadi penyiar radio liar di kampung untuk kebiasaan jumpa-jumpa dan salam-salam : buat Si Peter “sang putra derita” ada Arnold “sang pujangga cinta” ada buat Hamdan di gubuk bambunya, buat kong jaing juga yang kemarin baru saja dipanggil yang maha kuasa…mudah-mudahan bisa selamat sampai tujuan..*guuubbrracckkk…!!! (becanda kong jainggg…kabbbuuuuurrrr….).

 

Ibuku Yang Hebat, Kok…!!!

Disini ada kelebihan ibu saya yang baru saya ketahui, yaitu kemampuan mengenali orang meskipun orang itu memakai cadar ataupun masker jadi cuma dikenal cukup dari tatapan mata saja, karena dia ingin mencari temannya yang berada di kloter lain. Terkadang dia langsung menyapa orang dengan namanya karena yakin karena yang bercadar itu adalah temannya…hahhaha…tapi dari seluruh tebak wajahnya nggak ada yang benar…mom, please don’t ever do that again…!!!

Saya juga terkadang khawatir dengan ibu saya, maklum di Mekkah dengan jutaan umat muslim berkumpul disini. Seseorang dapat tersesat, hilang dan lain-lainya, malah ada pernah salah satu jemaah kami hilang selama 4 hari…bisa dibayangkan betapa khawatirnya saya dengan kondisi seperti ini. Pada suatu hari saya berniat mengajari ibu saya untuk cara pulang ke rumah jika dari mesjidil haram ataupun dari suatu tempat tertentu, jadi saya cuma tinggal diam terus ngikut dan membiarkan dia bicara dengan sopir yang akan ditumpanginya, adapun ceritanya seperti ini (terus saya cuma bengong-bengong liatin dari belakang)

Ibu Saya               : Albaik, Bang…(hiaiaiiaa..panggilann sopirnya abang, sekalian daeng, ibu)

Sopir Arab           : Limha BhElass…(ini dengan logat arab tentunya, maklum kebanyakan sopir disini bisa bahasa Indonesia tapi bisanya cuma angka-angka maklum berhubungan fuluss..)

Ibu Saya               : Sepuluh mo’…(nawar neh, ceritanya)

Sopir Arab           : Ok, Madam..

Ibu Saya               : Weh..ayokmi..mau ke Albaik ini mobil.

Saya                       : Ayuks…!! (naiklah saya berdua dengan ibu saya menuju daerah yang tadi dia sebut Albaik)

Pas nyampe di depan yang bertuliskan Albaik,

Ibu Saya               :…hhhaaahh..kenapa cepat sekali berubah…perasaan tidak seperti ini..? dengan mimik yang heran tentunya..

Sopir Arab           : Madam..ini Albaik…!! Mau ke Albaik..yah itu Albaik..(sambil menunjuk restoran salah satu cepat saji di Mekkah).

 

Hahhahahahha…baru ngakak saya pooouulll…baru saya beritahu kalo Albaik itu di Mekkah ada 5 sebenarnya Albaik itu bukan alamat tapi nama salah satu restoran cepat saji…biasanya kalo di Mekkah orang tidak menyebut alamat cuma menyebutkan salah satu hal yang terkenal di distrik tersebut misalnya Bank, Restoran ataupun Swalayan…ini seh bukan Albaik yang ada di daerah Otaibiyah Zahir, tapi Albaik di Daerah Jabal Noor yang jaraknya hampir 10 km dari Albaik daerah sekitar tempat saya tinggal…hahahhaha…mom, you did it again…!!! (penulis : http://www.facebook.com/friends/?added&ref=tn#/akbar.utami?ref=ts)