The Show Must Go On

abe-on-busBackpacker. Setelah sekian lama, akhirnya bisa menulis lagi. Para packers, disini bukan hanya kegiatan ibadah yang dijalani oleh para jemaah, selain beribadah ada juga ritual-ritual lain yang akan dilaksanakan yaitu..blenjong-blenjong atau dalam bahasa komunitas saya yaitu komunitas anak paling gahoel yaitu window shopping…yiahahha..maaf jika saya terlampau jujur untuk mengakui diri saya sebagai anak gahooeelll..yang super duper keren itu….kattttaaannnyaaaa….jadi yang merasa dirinya anak gahoooeeell…kalian top abis dahh…tuingg…tuinngg..pisss meennn…yang marah pasti merasa dia adalah anak gahhoooeelll…marahmeko…ngapamoe anak gaul kae…!!

Saya lucu-lucu saja melihat belanjaan jemaah, ternyata sejak dari tanah air mereka sudah mempersiapkan list-list belanjaan yang akan dibeli di sini dan juga pesanan siapa-siapa saja. Setelah sampai pada toko tertentu ritual itupun dimulai dan hasilnya ternyata masih seperti jaman nenek moyang saya dulu yang hobinya membeli barang yang berwarna eeemmmmaaassssss….hahahahhaha. mulai dari teko (cere, red), sendok garpu, tatakan, gelas berpinggiran emas, panci semuanya maunya yang berwarna emas dan sekarang yang lagi ngetrend yaitu JUMBO, kenapa disebut JUMBO saya juga bingung padahal kalo diliat barang itu bukanlah JUMBO melainkan dispenser air zam-zam replica yang berada di mesjidil haram. Saya bertanya kenapa disebut JUMBO ternyata menurut jemaah artinya adalah karena bentuknya yang besar wadoouhh..nyambung nggak seh…, tapi JUMBO a.k.a dispenser ini tidak boleh sama dengan warnanya yang ada di mesjidil haram karena memang pemerintah Arab Saudi sudah memperbolehkan diproduksi asalkan memiliki warna yang berbeda, dan ternyata bukan cuma JUMBO saja yang menjadi fenomena namun ada lagi yang baru yang jemaah menyebutnya SAJADAH KRISTAL (jelas kan tulisannya para packers KEEERRRRISTTTHHHHAALLL) ….woooww… packers pasti tidak bisa membayangkan bagaimana model kristal yang ada di sajadah tersebut dan setelah melihat bentuknya ternyata yang dimaksud sajadah kristal yaitu sajadah yang dalam bulu sajadah itu selipkan benang metalik berwarna emas sekali lagi packer eeemmmmaaaaassssss. Jadi setiap kena cahaya lampu ataupun apapun modelnya pokoknya cahaya maka sajadah itu akan berkilau layaknya sebuah pasir kristal, benar-benar ide yang briliaannnn..hahhahhah…!!!!

PENCAKAR LANGIT SEKITAR KA’BAH.

Beberapa puluh meter dari mesjidil haram banyak terdapat gedung pencakar langit, mulai dari hotel mall dan gedung-gedung pencakar langit lainnya. Mall yang ada biasanaya cuma berada di lantai bawah, mallnya pun rupa-rupa model dan warnanya. Nah hotel di sekitar sinilah yang merupakan makhtab para jemaah haji plus. Bandingkan dengan haji biasa, sudah makhtabnya jauh beberapa kilometer dalam kamar pun digabung beberapa jamaah dengan kamar mandi semirip-mirip kamar mandi pada umumnyalah tapi lebih elit dikiiitttt karena masih pake air hangat hehehehhe (namanya juga biasa tanpa ada embel plusnya).

Kalo saya sarankan hati-hati belanja di mall kalo di Mekkah, ada kejadian waktu saya beli baju khas orang arab begini ceritanya :

AKBAR UTAMI (AU) langsung saja dalam bahasa Indonesia ya..: ini berapa..? (maklum bajunya belum punya lebel harga.)

PELAYAN 1 (P1) : 40 Ryal…(karena ini mall saya ogah nawar nanti dibilangin norak..yiaahhaha..)

AU : ada ukuran 56

P1 : ada (maka diambilkanlah baju ukuran 56) bayarnya di kasir (dalam hati ku berkata sapa juga yang mau bayar ma dirimu.)

KASIR (K) : 65 Ryal.

AU : Appppaaaaaaaa….tadi temanmu bilang 40 Ryal…

K : Ahh..massaa…(dan bertanyalah dia ke temannya dalam bahasa arab tentunya) dan datang lagi berkata : ohh…40 Ryal

AU : Kenapa temanmu tadi bilang 40 Ryal dan kamu berkata 65 Ryal…?

K : ohhh..biasa diskonn…(padahal informasi dan leaflet diskon pun tak ada..)

AU : (dalam hati bergumam) beeeuuhhh..hampir aja saya bayarnya mahal….…dan akhirnya saya membayar 40 Ryal tadi.

 

Malamnya pun saya mencoba dan mengepas baju tadi, habis sholat subuh saya dan ibu saya keliling pasar di sekitar mesjidil haram dan ehhh..ketemu juga dengan baju yang sama yang saya beli kemarin, karena penasaran saya menyuruh ibu saya untuk menanyakan harga baju saya yang mirip itu tadi, dan ternyata harganya lebih membuat saya menyesal membelinya di mall, tahu nggak packers ternyata bajunya cuma berharga 25 Ryal itupun belum ditawar..waddoouuuhhh…hampir aja kenanya dua kali.

 

Di sebelah mesjidil haram juga terdapat rumah atau istana raja Saudi Arabia yang mempunyai akses khusus menuju mesjidil haram. Direncanakan beberapa tahun ke depan saya sendiri akan menjadi tamu negara di istana ini…(ammmmmiiieeeeennnnnn….!!! Mimpi kan gratis tidak ada yang melarang..) bentuknya kayak hotel tidak mirip istana pada umumnya. Dikelilingi dengan tembok kokoh dan pagar yang sangat tinggi kalau bisa dibilang maximum security-lah. Beberapa lampu peneranganya dikelilingi dengan warna emas, tentara pemerintah selalu berada di sekeliling istana maklum agak rawan karena sangat dekat dengan keramaian karena cuma dipisahkan dengan sebuah tembok kokoh tadi dengan mesjidil haram. Jadi informasi yang tadi mengenai kemungkinannya saya jadi tamu negara mudah-mudahan bisa segera terealisasi yah, mohon doanya.(penulis : http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&ref=ts&gid=193971848687#/akbar.utami?ref=ts).