abe3-rezDisini, kenapa saya nggak pernah dianggap sebagai orang Indonesia asli, apakah saya jauh yang berbeda dari perawakan Indonesia yang saya sangat banggakan itu, apakah wajahku multi etnis..?

  1. Saat membeli sesuatu di depan Masjidil Haram, sang pelayan mengatakan pada saya “orang Malaysia…?” .. wadoouuhh…ini mending maklum masih satu rumpun.
  2. Saat duduk di Masjidil Haram, seorang warga Negara Aljazair berkenalan dengan saya dan lama chat dan pada akhirnya terkaannya salah, he said : I’m sure you’re Korean (wwaaaaaaaakkkkssss…dalam bathin saya berkata…jangan-jangan si bapak aljazair ini sering nonton cerita remaja korea dan mengidolakan Si Rain Bi yang menurut sepupu saya yah hampir miriplah…wadoouhhh buat ira sorry ra’ nama lo saya pinjam tapi lo nggak bohongkan waktu lewat di terminal Baranang Siang Bogor sambil ngeliat iklan clear shampoo lu ngeliatin saya juga kan…yiiiihhhhaaa..ra kalo lu baca ini lu jangan muntah deh…harap dimaklumi..maklum rasa percaya diri bin narsis saya tinggi sekali).
  3. Saat jalan bersama ibu saya seseorang menunduk kayak memberi salam orang jepang dan dia bilang…Japannesse..?…yihhahhhaa…bukkaaaannnn…..!!! mungkin ini diliat dari penampilan soalnya saya memakai topi bundar putih ibu saya yang layaknya wisatawan jepang.
  4. Saat membeli keperluan sehari-hari di dekat makhtab si empunya toko berkata “Sawaddika…from Thailand…?”…..waddouuuuhh….kenapa bukan orang Vietnam sekalian, malah ibu saya lebih ngaco lagi dibilangin dari Bangladesh.
  5. Tapi dari keseluruhan yang salah inilah salah yang paling ngaco, gokil, salah terka dan bikin tengsin a.k.a keki…begini ceritanya. Pada saat baru mendarat di Jeddah para jemaah dikumpul dalam satu ruangan tunggu untuk menunggu proses selanjutnya, karena saya nggak mau pusing saya mengambil tempat duduk dari agak jauh kerumunan namun masih tetap dekat dengan ibu saya sambil membaca buku bawaan dari Indonesia. Seseorang perawat bandara mendekati saya, sambil ngobrol untuk membantunya apa yang harus dia katakan jika dia ingin melihat medical record seorang jemaah, setelah lama mengobrol dia pun pergi untuk meminta buku catatan kesehatan jemaah. Setelah itu seorang petugas medis yang ditunjuk sebagai medis perwakilan kloter dari daerah mendekati saya sambil menyodorkan handphone dan berbahasa arab yang saya nggak ngerti dia sedang mengatakan apa..?…saya dengan muka bengong dan terdiam..sambil berkata dalam bahasa bugis…”ye, aja’na tabbahasa arab de’na upahanggi..” kalo dalam bahasa Indonesia artinya “tidak usah berbahasa arab saya nggak mengerti”.

Jemaah yang kebetulan mendengar pun tertawa ngakak..senyam-senyum…hhahhahaaa… apalagi ibu saya ngakaknya lebih besar lagi, ternyata sang petugas medis perwakilan daerah itu dia mengira saya dokter bandara karena sebelumnya saya mengobrol dengan perawat dan baju saya cuma menggunakan baju kemeja putih dengan celana kream layaknya seorang dokter. Tapi pertanyaan saya : adakah wajah saya ini hampir mirip dengan bangsa arab? kayaknya agak jauh deh….hahahahhahahahah….!!!

Betapa Agungnya Ka’Bah.

Saya sering melihat status facebook seorang teman yang kurang lebih menyatakan “nikmat apa lagi yang kamu dustakan” yang kalo nggak salah mengutip salah satu ayat dalam Al Qur’an. Semenjak tiba Bandara King Abdul Azis Jeddah dan langsung menuju makhtab dan tidak lama menuju ke Masjidil Haram untuk melihat langsung Ka’bah, hati ini tidak bisa berkata apa-apa. Betapa agungnya bangunan ini, jutaan umat manusia tumpah berjalan berlawanan dengan arah jarum jam sambil mengucapkan doa kepada sang pencipta. Ka’bah merupakan bangunan yang menyerupai kubus dan merupakan bangunan pertama di atas bumi yang digunakan untuk menyembah Allah. Ka’bah sering juga disebut Baitullah atau Rumah Allah atau Rumah Kemerdekaan. Masih adakah yang kita ragukan akan kebesaran Allah SWT..? atau masihkah kita takut untuk tidak mengabaikan sms-sms yang menyuruh kita menforward ke 10 orang teman jika tidak kita akan mendapat bencana, haruskah kita percaya hal-hal yang seperti ini..?

Berdasarkan informasi, oleh para pendahulu dinding-dinding Ka’bah diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. Sebelah utara disebut rukun Iraqi “Irak”, sebelah barat rukun Syam “Syuriah”, sebelah selatan rukun Yamani “Yaman” dan sebelah timur rukun Aswad “Hajar Azwad”. Keempat dindingnya ditutup oleh semacam kelambu sutra hitam yang disebut Kiswah dan tergantung dari atap sampai ke kaki. Sejak zaman Nabi Ismail, Ka’bah dibajui atau diberi penutup dari luar disebut Kiswah.

Ibumu, Ibumu, Ibumu dan Ayahmu.

Kata-kata di atas diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat seorang sahabat bertanya kepada Rasul yang manakah yang harus paling dihormati dan Rasul pun berkata “Ibumu, Ibumu, Ibumu dan Ayahmu”. Tiga kali kata Ibu diucapkan oleh Rasul menandakan betapa besarnya arti Ibu bagi seorang anak manusia. Saya mulai tawaf bersama Ibu saya sengaja jauh berpisah dari rombongan, mengandalkan pengalaman Ibu yang sudah berhaji sebelumnya. Dimana jutaan umat manusia saling berdesakan mengelilingi Ka’bah. Ada saja kejadian-kejadian yang mungkin memudahkan saya mengelilingi Ka’bah bersama Ibu. Pernah dalam salah satu putaran mengelilingi Ka’bah, seorang pria putih berperawakan besar melihat saya yang dalam keaadaan terdesak dan terjepit menyuruh saya memasukkan Ibu saya untuk berjalan di depannya, supaya berjalan tidak berdesakan karena temannya juga yang berperawakan tinggi besar berjalan di depan, sehingga Ibu dan saya terkawal di depan dan di belakang oleh dua orang berperawakan tinggi besar tadi, wallahuallam setidaknya saya dan Ibu saya tidak berjalan saling berdesak-desakan, ada juga saat Ibu saya berkata “bang, haus…” (sebenarnya dalam bahasa bugis seh jadi kira-kira seperti ini “bang, madekkaka…”) tiba-tiba ada wanita Nigeria yang berjalan disamping saya memberikan minumannya sehingga tawaf masih tetap dilaksanakan dengan semangat, baju ihram saya pun terkadang selalu kedodoran karena orang yang saling berdesak-desakan namun ada saja orang yang jalan di belakang saya yang membantu menaikkannya kembali ke pundak saya. Ada pula saat saya tawaf seorang wanita yang kalo nggak salah seperti bangsa eropa timur berkata “she is your mom” dan saya membalasnya “yup, she is my mom”..dan dia pun cuma tersenyum dan berkata “wow..great…!!”. apalagi setelah tawaf masih dilanjutkan dengan ber-sai’ atau lari-lari kecil antara bukit safa dan marwah selama tujuh putaran ada saja kekuatan-kekuatan sehingga masih tetap terlaksana dengan semangat, ini menandakan siapa pun di muka bumi ini pasti tahu betapa berharganya seorang ibu bagi seorang anak manusia, dan lewat tulisan ini saya cuma ingin berkata “thank’s mom, untuk segalanya selama ini” dan juga terima kasih traktiran naik hajinya….hehehehehe…(ternyata ada maunya) suatu saat nanti giliran saya yang mentraktir, giliranta’ mo dulu sekarang ….hehehehe…!!!.